Tuesday, 19 December 2017

Guru Dan Murid

RAFEL PRANATA


Indonesia memiliki sejuta masalah mulai dari kemiskinan, penganguran sampai dengan banyaknya anak-anak tidak sekolah. Serta menurunya tingkat moral pelajar ataupun murid sekolah, murid sekolah yang di sebut Remaja merupakan cikal bakal pemimpin atau pondasi suatu bangsa disamping hal-hal yang mengembirakan dengan kegiatan remaja seperti semakin banyaknya prestasi dan banyak nya kegiatan dari remaja yang mengharumkan bangsa . namun pada sebagian besar saat ini perilaku remaja dapat dikatakan memasuki zona merah terlihat dari moral remaja yang kian hari semakin menurun yang lebih di kenal sebagai  kenakanlan remaja. Dalam koran dan berita sering kali kita membaca dan melihat tentang tawuran pelajar,narkotika, minuman keras, penjambretan, seks bebas, serta meningkatnya kehamilan di luar nikah hal ini seakan negara kehilangan arwah ataupun jati diri bangsa yang dulu dikenal dengan bangsa yang memiliki nilai moral tinggi namun saat ini meredup di telan globalisasi dan liberalisasi membuat manyarakat menjadi individualistik  kehilangan kepedulian satu sama lain.

 Melirik kenyataannya saat ini kenakalan remaja tidak saja hidup di daerah perkotaan namun juga sudah mulai merambah terjadi di daerah pedesaan yang mempunyai nilai adat agama dan kesopanan yang sangat tinggi. untuk itu dalam mengatasi penanggulangan kenakalan remaja pemerintah mengeluarkan  UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 3 tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat,  berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. serta mengeluarkan undang-undang yang berbasis pendidikan karakter dan penguatan pendidikan karakter (PPK) sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2015-2019 memperkuat pendidikan yang terintegrasi ke dalam mata pelajaran untuk diterapkan dalam sistem pendidikan di dalam sekolah maupun di luar sekolah. 

Walaupun dengan adanya uu no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dan pendidikan berbasis karakter maupun penguatan pendidikan karakter (PPK). masih saja mendengar penyimpangan sosial yang terjadi pada remaja semakin merajalela seperti halnya yang terjadi baru ini antara guru dan murid jika kita kembali melirik dengan jeli maka jelas keduanya bermasalah antara guru dan murid akan tetapi yang patut di garis bawahi tidak ada guru yang mengajarkan keburukan pada muridnya hanya saja kerap kali guru merasa resah dengan perilaku dari remaja itu sendiri yang membangunkan emosi guru tetapi itu memang sudah menjadi tugas pendidik untuk membuat para remaja menjadi jauh lebih baik. untuk itu kita tidak dapat menyalahkan keduanya ini merupakan tugas bersama untuk membangkitkan kembai moral anak bangsa yang di telan globalisai dan modernisasi dan menyeabkan perubahan sosial yang tak bisa di bendung oleh para remaja.

sebaiknya harus ada peran serta keluarga atau orang tua yang di sebut ayah ataupun ibu. orang tua adalah pembina pribadi dalam hidup anak. kepribadian orang tua, sikap dan cara hidup mereka merupakan unsur unsur pendidikan secara tidak langsung, yang sendirinya akan masuk dalam pribadi anak yang sedang tumbuh hal ini di karenakan posisi orang tua memiliki hubungan terdekat dengan anak-anaknya (aly 2010:88). orang tua sebagai orang yang sangat dekat dengan remaja peran dari didikan orang tua merupakan peran yang paling utama dalam kehidupan remaja.untuk itu perlu adanya pengetahuan ataupun tata cara pendidikan yang berbasis pendidikan karakter yang harus di ajarkan kepada setiap orang tua agar uu no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dan pendidikan berbasis karakter maupun penguatan pendidikan karakter (PPK) agar dapat berjalan dengan baik serta lingkunganpun harus ikut serta dalam pelaksanaan pendidikan karakter karena pengaruh penyimpangan sosial kehidupan remaja itu sendiri dimulai dari lingkungan dan teman sepermainan. tidak hanya itu saja hal yang perlu dirubah adalah bagaimana cara berfikir atau didikan orang tua yang benar. yakni merubah mindset zaman dimana banyak dari orang tua yang saat ini ingin memaksakan semua sikap ataupun kepribadian yang baik sesuai dengan zaman mereka sendiri tanpa melihat perubahan era dari anak tersebut. sehingga membuat anak tertekan dan stres dengan aturan yang di berikan oleh orang tua untuk itu berikan ruang anak ataupun remaja untuk berpikir serta berikan motivasi maupun dukungan kepada remaja dalam kesehariannya mengurangi kadar stres dalam kehidupan serta memberikan nasihat dalam setiap kesalahanya, dengan cara ini di kita berharap agar kepribadian dan perilaku semua generasi penerus bangsa dapat mempunyai aklak mulia dan kepribadian yang positif untuk generasi maju dan mengembalikan jati diri bangsa jauh lebih baik guna mempersiapkan penerus bangsa yang bertabat di kancah nasional maupun internasional mendatang..

penulis mahasiswa fisipol unja