Tuesday, 13 February 2018

Penyesalan Cinta



HENDA PUTRA
Ini adalah kisah nyata sebuah penyesalan cinta, hidup seorang pemuda sederhana yang memiliki ketulusan cinta pada seorang wanita...sebut saja ari, sangat di sayangkan bahwa wanita yg di cintai oleh ari  tidak memiliki perasaan cinta kepada ari... Melainkan hanya seorang teman curahan hati yang selalu ada diwaktu wanita yang di cintainya membutuhkannya.

Pada saat itu... Sebut saja resi, resi memiliki perasaan yang dalam kepada seorang pria. Karena ari sangat mencintai resi, ari hanya dapat pasrah jika resi telah mencintai orang lain. Tak banyak yg dapat dilakukan oleh ari, melainkan hanya dapat memberikan yang terbaik untuk resi... Satu2nya yg dapat ia lakukan adalah membuat dan dapat melihat resi bahagia menjalani hidupnya dan ari pun sadar bahwa cinta memang tidak dapat di paksakan. Sebenarnya ari tidak menyetujui dan merelakan jika resi harus memiliki perasaan kepada pemuda yg ia cintai itu. Karena Menurut ari, pemuda itu tidak akan dapat memberikan yang teerbaik untuk resi. Melainkan hanya dapat memberikan luka dan penyesalan kepada resi... Tapi karena ari tidak dapat melihat resi sedih karena kekuatirannya tntng saran-saran negatif yang diberikan oleh ari kepada resi, ari melakukan itu karena memang ari dulu sempat kenal dengan pemudayang resi cintai itu. Akhirnya ari cb untuk meyakinkan resi untuk dapat menjalin hubungan dengan pemuda itu.

 Waktu demi waktu telah terlewati...dan akhirnya resipun menjalin hubungan dengan pemuda yang ia cintai itu, tanpa di sadari apa yang di kuatirkan oleh ari tntng pemuda itu akhirnya terbukti setelah resi sangat tulus mencintai pemuda itu... Pada saat itu resi sadar akan kekuatiran yg dulu disampaikan oleh ari... Dan resi pun sangat menyesali tindakan dan keputusan yg ia ambil pada wktu itu... Dari semua pengalaman itu resi sadar.. Bahwa hanya ketulusanlah yang dapat membuat seseorang bahagia... Pada akhirnya dengan rasa penyesalan... Resi kembali menemui ari...kedatangan resi kepada ari telah ari sadari bahwa resi akan mengungkapkan penyesalannya... Sebelum resi mulai menjelaskan terlepas perkataan dari mulut ari "tidak usah kau menjelaskannya lagi, krena ketulusan cintaku kepadamu, aku terus mengintaimu kemanapun kau pergi... Itu semua kulakukan karena terlalu besar rasa kekuatiranku kepadamu, sebelum kau minta maaf, aku telah memaafkanmu, jadikanlah ini sebagai pengalaman burukmu”.

Setelah kata-kata itu terlontar dari mulut ari, resipun segera berlari dan memeluk erat ari dan berkata "aku tahu kau akan tahu apa maksud kedatanganku kesini, hanya untuk meminta maaf kepadamu dan mengungkapkan penyesalanku kepadamu, entah mengapa saatku menjalin hubungan dengannya, aku selalu terbayang perkataanmu bahwa hanya akan ada penyesalan di hidupku...dan akhirnya aku dapatkan sebuah penyesalan dan aku sadari saat aku berhubungan dengannya, hanya ada dirimu di hatiku... Dan hanya cinta yang kudapatkan darinya...bukan ketulusan dan kesetian sebuah cinta, dan dalam pelukan hangat ini aku sadari dan aku sangat merasakan bahwa hanya kau yang memiliki apa yang ku mau, yaitu sebuah ketulusan dan kesetiaan, dan ku tahu karena itu aku akan dapat memiliki rasa cinta dan kebahagaian oleh karenamu".

Dari saat itu ari dan resi menjalani sebuah hubungan yang sederhana, dengan modal ketulusan dan pengorbanan... Akhirnya resi dapat memiliki perasaan yang sangat besar kepada ari..dibanding cinta resi kepada pemuda itu, cintanya kepada ari jauh lebih besar. dan bukan hanya ada cinta dari mereka... Ketulusan dan  kesetiaan mereka membuat mereka seolah-olah terbang dan menjadi bintang yang terterang di langit, membuat semua bintang-bintang di sekitar mereka iri karena terangnya cahaya yang dimiliki oleh ari dan resi. (selesai)

Hal yang perlu kita sadari dalam kisah ini ialah Penyesalan selalu datang terlambat... Mungkin banyak orang yang sulit menerima kalian saat kalian telah menyesal... Tetapi perlu kalian ketahui... Orang yang tulus mencintai kalian akan selalu dapat menerima kalian tak melihat seberapa besar penyesalan kalian... Sesungguhnya... Bukanlah cinta yang membuat suatu hal melainkan sebuah keputusan yang tepatlah cinta akan berarti.

Penulis Adalah Mahasiswa AMIK Depati Parbo Kerinci  Jurusan Manajemen Informatika