Sunday, 22 April 2018

5 Tindakan Bijaksana Saat Seorang Ibu Tak Merestui Hubunganmu Dengan Si Dia

Bagaimana perasaanmu jika ibumu tiba-tiba tidak merestui hubunganmu dengan sang kekasih? Marah, sedih, kecewa, ataukah lebih memillih diam dan mengalah. Meski hati terlanjur mencintainya dan tak mungkin dapat hidup terpisah.


Bagaimana perasaanmu jika ibumu tiba-tiba tidak merestui hubunganmu dengan sang kekasih? Marah, sedih, kecewa, ataukah lebih memillih diam dan mengalah. Meski hati terlanjur mencintainya dan tak mungkin dapat hidup terpisah.
Orang Tua Tidak Merestui

Ibu memang harus kamu hormati keberadaannya, sebab itu jalan surga seorang anak. Dilema pasti ada di hati. Namun tips-tips di bawah ini akan membantu mengatasi masalahmu.

1. Dengarkan Curahan Hatinya
Semua ibu di dunia pasti menginginkan yang terbaik untuk seluruh anak-anaknya. Tidak ada nasihat orangtua yag bertujuan jelek. Semua demi kebaikan dan kebahagiaan. Jadi berusahalah memaklumi rasa cemas, takut serta khawatirnya. Saat merasa kamu mulai berpaling, menduakan dirinya dengan orang yang baru mereka kenal. Tentu perasaan semacam itu pasti ada.  Terutama bila kamu anak laki-laki. Menegenalkan seorang kekasih bagi mereka seperti mendapat saingan berat dalam memperebutkan perhatian dan kasih sayang putranya.

2. Pahami Instingnya
Seorang ibu dianugerahi kemampuan lebih dalam membaca karakter semua putra-putri yang telah dilahirkannya. Sama juga yang terjadi ketika mengetahui anak-anaknya mulai memikirkan orang lain selain dirinya.  Ketajaman naluri dan insting inilah yang tidak bisa dipungkiri oleh siapapun. Bahwa ibu paling pandai menilai karakter calon menantunya. Apakah pribadi calon menantunya baik ataukah tidak buat anak-anaknya. Kamu harus memercayai hal tersebut dan jangan mencoba untuk membantahnya.

3. Ingatlah Beliau Hanya Membela Kepentingan Anaknya
Sebagai seorang anak, kamu harus ingat bahwa walau bagaimanapun seorang ibu hanya membela kepentingan anak-anaknya tidak lebih. Tidak ada yang ingin anaknya celaka,sengsara dan hidup menderita dengan pilihan salah. Demi kamu, apapun akan mereka lakukan.

4. Berpikrlah Secara Logika Tentang Cintamu
Pada saat jatuh cinta memang segalanya terasa indah. Semua tertutup oleh perasaan senang dan bahagia. Hngga tanpa kamu sadari saran dan pendapat orang-orang disekitarmu termasuk juga ibumu sendiri juga kamu abaikan. Tidak ada salahnya kamu kembali merenung. Sedapat mungkin gunakan logikamu jangan hanya menuruti perasaan. Terkadang rasa cinta membutakan segalanya. Hingga sisi buruk sang kekasih tak nampak. Disadari setelah semuanya terlambat. Jika mulai tercium sesuatu yang tidak baik, berhentilah. Bukankah lebih baik berpisah saat masih pacaran daripada nanti setelah menikah?

5. Ingat Cita-cita Yang Belum Tercapai
Dalam hidup pastinya kamu mempunyai cita-cita atau impian yang belum terwujud.  Bila masih ada yang belum tercapai, mengapa tidak berusaha mewujudkannya dari sekarang? Selagi masih ada kesempatan dan usiamu masih muda. Ketika sudah menikah tentu banyak sekali hambatan yang kamu temuai. Misalnya ingin terjun menjadi seorang pebisnis. Sebelum menikah adalah kesempatan  bagus sekali. Sebab jika telah berumah-tangga pasti banyak yang harus dipikirkan. Masalah biaya hidup, cicilan rumah, angsuran mobil, biaya tak terduga dan lain sebagainya. Bukankah itu berpengaruh pada usaha bisnismu bila kamu jalankan?
Tak ada salahnya mendengarkan keluhan, nasihat ataupun harapan seorang ibu tentang kekasihmu. Namun bila pada kenyataannya cintamu lebih besar dari apapun, maka solusinya adalah kamu hanya perlu meyakinkan dia. Buat ibumu merasa bahwa kamu tidak salah dengan pilihanmu dan yakin dapat hidup bahagia bersamanya. Kemudian setelah itu kamu perbanyaklah berdoa. Semoga apa yang menjadi kecemasan ibumu tidak akan benar-benar terjadi dalam kehidupan rumahtanggamu kelak. Ketika kamu tetap ingin mempertahankan dirinya.