Friday, 13 September 2019

Lestarikan Hutan Untukmu Bernapas

Keindahan Hutan Jika Di Lestarikan

Terkadang memang saya merasa risih dengan keadaan ini sudah hampir satu minggu saya sulit untuk bernapas. Saya juga bingung apakah saya terkena gejala asma atau gejala pernafasan lain dan Alhamdulillah ternyata tidak bukan itu penyebabnya. hal Ini terjadi di karenakan daerah tempat saya berada  provinsi jambi sedang di terpa bencana kebakaran hutan. yang kian hari kian meluas, Sehingga jarak pandangpun tak Nampak dengan jelas, ya jangankan jarak pandang jodohpun sudah tak Nampak.
 
TNKS
Jika kita membayangkan kembali, begitu lebat nya hutan yang ada di Indonesia dan provinsi jambi tepatnya di 15 tahun yang lalu,  udara yang ada sangat segar juga sejuk untuk di nikmati. Dulu hutan di manfaatkan untuk kebutuhan hidup  dan di jaga kelestarian nya untuk di manfaatkan bersama antara manusia dan makluk hidup lainya.

Tapi sekarang hutan sedang di acuhkan dan di siksa keberadaanya, Mungkin saat ini generasi milenial tidak begitu mengenal betapa nikmatnya bermain dengan alam, saya  jadi terpikirkan pernahkah mereka bermain plethokan/tembakan bambu, engklek dan gasing kayu. dengan sepotong kayu yang di ambil di hutan. Itu semua bisa di jadikan permainan tradisional yang ramah lingkungan dan berdaya guna.  Serta bermain menjelajah dan menikmati keindahan alam. ini semua merupakan permainan tradisional yang ada di provinsi jambi dan hampir semua permainan tradisional ini menggunakan peralatan dari alam.

Tapi semua itu hanya hayalan saya semata yang ingin mengembalikan  permainan alam dan eksistensi nya di era tahun 2000-an yang begitu nikmat, jujur itu semua memang mengasyikan di bandingkan bermain dengan game online. bermain dengan alam dan menikmati keindahan alam sambil menikmati udara yang segar dan bebas untuk bernapas lega, ,memang merupakan keberkahan bagi setiap orang.

Saat ini jangankan menikmati udara yang segar untuk keperluan bernapas pun sangat sulit karena kabut asap, kebakaran hutan merajalela di mana-mana. asap semakin tebal hingga membuat cahaya bulan  seperti sakit mata yang memerah.
 
Kabut Asap Jambi
Mungkin kita lupa ataukah kita khilaf karena tidak menjaga dan melestarikan hutan.

Hutan merupakan sumber kehidupan yang sangat penting, bukan hewan saja yang membutuhkan hutan manusia juga membutuhkan hutan untuk keberlangsungan hidup dan sebagai tempat penyimpanan sumber daya air. Air tanpa hutan maka air akan cepat habis dalam hal kebutuhan makhluk hidup, hutan tanpa air maka hutan tidak akan berkembang dan tumbuh. Maka hutan dan air sebuah kebutan pokok yang harus di jaga.

Beberapa fungsi hutan yaitu :
 Menjaga ketersediaan air hujan dan mengalirkan ke sungai untuk kebutuhan makhluk hidup.menyerap air hujan yang di simpan di akar pohon agar tidak terjadi banjir, longsor dan erosi.
  Sebagai pengatur iklim yang memproduksi oksigen (O2) dan menyerap karbondiosida (CO2) yang merupakan sisa hasil manusia.
 Tempat habitat flora dan fauna endemik sehingga ekosistem kehidupan hutan tetap bisa terjaga dengan baik dan menjadi tempat sumber kehidupan masyarakat.

Begitu banyak fungsi hutan yang kadang kita abaikan keberadaan nya sehingga kita lupa bagaimana jika tidak ada hutan, bagaimana flora dan fauna bisa hidup, bagaimana kebutuhan air kita berkurang atau habis dan bagaimana jika kita tidak bisa menghirup udara nan sejuk lagi. Untuk itu kita perlu menjaga hutan dan ekosistem nya.

Tapi saat ini malang yang harus kita terima bencana datang karena kita yang mengundang.

sumber deti.com
Kebakaran hutan dan lahan merupakan suatu bencana yang selalu terjadi di Indonesia hampir tiap tahun. Sepanjang tahun ini, hingga Agustus tercatat 135,7 ribu hektare area hutan dan lahan yang terbakar dan rusak. Salah satu pulau Kalimantan dan Sumatera merupakan dua wilayah yang paling berlangganan kebakaran hutan, jadi bukan kuota saja yang bisa berlanganan Kebakaran pun bisa berlangganan.

Berdasarkan data Sipongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, selama beberapa periode ini 16 sampai 22 Agustus saja terdapat 999 titik panas atau api. Di Kalimantan terdapat 480 titik api, sementara Sumatera sebanyak 467 titik api.

Indonesia setiap tahun kehilangan hutan siapa yang mencurinya, Ada apa dengan bumi pertiwi ini  siapa yang harus di salahkan.

Hutan Indonesia merupakan hutan tropis yang memiliki banyak keanekaragaman hayati yang terkandung di dalamnya meliputi 12 persen jenis mamalia dunia, 7,3 persen jenis reptil dan amfibi, serta 17 persen jenis burung dari seluruh dunia. Diprediksikan masih banyak lagi jenis yang belum diketahui dan masih menjadi misteri di dalamnya. dari data WWF menunjukkan antara tahun 1994-2007 saja ditemukan lebih dari 400 jenis baru dalam dunia sains di hutan Pulau Kalimantan.

Dengan banyaknya keberagaman hayati sehingga Indonesia menjadi sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, bukan di jambi saja ya di DUNIA,,!. Berdasarkan data dari FAO tahun 2010 hutan dunia – termasuk salah satu nya hutan Indonesia secara keseluruhan menyimpan kurang lebih 289 gigaton karbon dan memegang peranan yang sangat penting dalam menjaga kestabilan iklim dunia.

Jadi keberadaan hutan di Indonesia sangatlah penting di mata dunia. Kita seharusnya bersyukur memiliki hutan  yang begitu lebat nan rindang. Bahkan saya juga sempat berfikir kadang orang rela membeli penyubur rambut dengan biaya mahal agar rambutnya tebal. Begitu pula dengan hutan. kita memilki hutan yang lebat tetapi sayang harus di gundulkan dengan cara yang salah dan tidak bertanggung jawab. Rambut yang gundul jika terkena matahari akan rentan dengan penyakit seperti demam, begitu pula dengan hutan pasti akan menimbulkan bencana.

kerusakan hutan di bumi pertiwi ini sangat memprihatinkan. dari catatan Kementrian Kehutanan Republik Indonesia, sedikitnya 1,1 juta hektar atau 2% dari hutan Indonesia menyusut dan berkurang setiap tahunnya. Data Kementerian Kehutanan ini menyebutkan dari sekitar 130 juta hektar hutan yang ada di Indonesia, 42 juta hektar diantaranya sudah habis ditebang oleh manusia atau masyarakat.

Kerusakan hutan yang semakin parah menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem hutan dan lingkungan disekitarnya. jadi wajar kalau seperti ini konflik antara hewan dan manusia selalu terjadi. Karena rumah dan kehidupan mereka terganggu

Rusaknya hutan tempat satwa liar hidup menyebabkan mereka bersaing dengan manusia untuk mendapatkan ruang mencari makan dan hidup serta berkembang biak, kemudian sering kali berakhir dengan kerugian yang besar bagi kedua belah pihak. Rusaknya hutan ini menjadi sebuah ancaman bagi semua makhluk hidup.

Kerusakan hutan atau ancaman yang sangat besar terhadap hutan alam di Indonesia adalah alih fungsi hutan menjadi perkebunan, penebangan liar, industri, kebakaran hutan dan eksploitasi hutan secara tidak lestari dengan baik untuk pengembangan pemukiman, maupun akibat perambahan.

Hutan alam di jambi semakin berkurang
Bukan hutan adat ataupun hutan masyarakat saja yang ikut terkena bencana kebakaran hutan. Empat taman nasional yang ada di provinsi jambi juga ikut serta berlangganan kebakaran hutan. Sebagai penyumbang kabut asap yang ada saat ini. Sungguh miris rasanya melihat hal ini seakan teriris rasa dada saya. Melihat kejadian ini..
Taman nasional yang ada di jambi antara lain :
1.  Taman nasional Kerinci sebelat (TNKS)

2. Taman nasional bukit dua Belas ( TNBD)
3.  Taman nasional Berbak

4. Taman nasional bukit tiga puluh

Sangat di sayangkan Hutan sebagai tempat sumber kehidupan manusia setiap tahun nya habis tak menentu. Apakah manusia hanya memikirkan kehidupan nya sendiri.

“ku kabarkan semua nya kepada karang kepada ombak kepada matahari.
 tetapi semua diam tetapi semua bisu,
tinggal aku sendiri terpaku menatatp langit,
barang kali di sana ada jawabnya mengapa di tanahku terjadi bencana.
Mungkin tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
 yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
atau alam mulai engan bersahat dengan kita
coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang”

ini sebuah syair dari penyanyi Ebiet G Ade, apa yang ia sampaikan lewat lagu ternyata ada benarnya juga saat ini pada siapa lagi kita harus mengadu. Perlukah kita bertanya pada rumput yang bergoyang.. mungkin rumput yang bergoyang juga sudah habis terbakar api. Kok saya semakin greget ya..!

ya greget karena korban nya yang di timbulkan banyak salah satu nya anak – anak yang rentan kena penyakit. Akibat hal ini orang yang tidak bersalah terkena imbasnya

Tapi kita beruntung saat ini Sebuah organisasi nirlaba yang ada di Indonesia yayasan dr syahrir dan The Climate Reality Project Indonesia sedang gencar nya mensosialisaikan pentingnya melestarikan hutan dan lingkungan.

Yayasan Doktor Sjahrir

Almarhum Dr Sjahrir salah seorang aktivis, ekonom serta politisi Indonesia yang meninggal pada Juli 2008 lalu di Singapura. Sampai akhir hanyatnya beliau menjabat sebagai Dewan Pertimbagan Presiden membawahi bidang ekonomi. Yayasan Doktor Sjahrir sendiri dibentuk untuk meneruskan misi sosial beliau yang fokus pada masalah pendidikan, kesehatan dan lingkungan.

Yayasan doctor sjahrir

Yayasan doctor sjahrir merupakan organisasi nirlaba sejak dua tahun terakhir sudah melakukan berbagai diskusi dan sosialisai tentang pengelolaan hutan. Hal ini merupakan bentuk dukungan untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan perubahan iklim dan melestarikan hutan khususnya yang terjadi di Indonesia.

Di bidang lingkungan yayasan doctor sjahrir bekerjasama dengan The Climate Reality Project Indonesia sebuah organisasi non-profit fokus utamanya dalam perubahan iklim yang bermula di Nashvile, Tenesse. Bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat atas krisis iklim yang dimulai dari komunitas-komunitas akar rumput di Amerika hingga dunia.

Tentang The Climate Reality Project Indonesia,

Pada Juni 2006, Proyek Iklim (TCP) dimulai di Nashville, Tennessee. Sebagai organisasi nirlaba, misinya adalah untuk meningkatkan kesadaran publik tentang krisis iklim di tingkat akar rumput di AS dan luar negeri. Pada April 2007, kelompok yang terdiri dari 1.000 sukarelawan dari setiap sudut AS dilatih untuk menyajikan versi slide show seperti yang terlihat dalam film pemenang Academy Award, An Inconvenient Truth .

The Climate Reality Project INDONESIA

The Climate Reality Project Indonesia, cabang dari The Climate Reality Project, mendukung kerja lebih dari 300 pemimpin iklim di Indonesia yang berasal dari beragam latar belakang dan termasuk para pemimpin bisnis, profesional, pendidik, atlet, musisi, ilmuwan, aktor, pelajar dan religius. pemimpin.

Proyek Realitas Iklim akan menginspirasi orang untuk:
  Memahami urgensi krisis iklim dan mengubah sikap dan perilaku mereka untuk menjadi bagian dari solusi (INDIVIDU).
   Mempromosikan tindakan lokal dan nasional yang mengarah pada ekonomi dan pekerjaan energi bersih (NASIONAL).
   Membangun dukungan untuk aksi global dan implementasi komitmen internasional (GLOBAL).

Pembentukan Climate Reality Indonesia diumumkan selama KTT Proyek Iklim Asia-Pasifik di Melbourne, Australia 11-13 Juli 2009. TCRP Indonesia beroperasi secara independen sebagai Perkumpulan Proyek Realitas Iklim Indonesia , sebuah organisasi nirlaba yang berkonsultasi dengan Kantor Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim.

Saat ini, Proyek Realitas Iklim Indonesia dikelola oleh Amanda Katili Niode Ph.D. sebagai Manajernya.
           
Ada banyak sekali agenda dari organisasi ini yang hampir keseluruhan nya mengajak kita untuk melestarikan hutan. Salah satu bentuk kegiatan nya adalah Forest Talk With Netizen Jambi menuju pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan di Swiss Belhotel Kota Jambi, Sabtu (31/8/2019) dihadiri oleh beberapa narasumber  dan puluhan peserta pengguna aktif media sosial, Blogger, Twitter, Instagram Youtubers dan lainnya.

Dan saya salah satu peserta nya. Hmm timbul rasa bangga saya di sini, bisa menghadiri acara yang sangat menarik dan berkesan.

Pagi itu di mulai dengan sarapan pagi tepatnya pukul 08:30 wib . Makanan cukup enak dan lezat, nama nya juga di Hotel pasti tidak mengecewakan antara kualitas dan kuantitas.

Kemudian acara di mulai pukul 09:00 di awali  pembukaa oleh Bapak Amril Taufik Gobel selaku moderator Forest Talk With Netizen Jambi. Yang di hadiri juga Dr. Amanda Katili Niode selaku Manager The Climate Reality Indonesia, kemudian Dr. Atiek Widayati dari Tropenbos Indonesia, Ibu Elly Telasari dari APP. Serta UMKM yang ada di Jambi.

Materi Petama di awali oleh ibu Dr. Amanda Katili Niode selaku Manager The Climate Reality Indonesia. Di sini saya sedikit terperanjat. Karena bukan kebakaran hutan saja yang terjadi sebagai bencana. Tetapi ada hal lain yang sedang kita hadapi yaitu “perubahan iklim”. Wah padahal pembahasan kebakaran hutan sudah cukup panjang apa lagi masalah iklim ya.

Dalam materi ibu Amanda katili niode

Manager The Climate Reality Indonesia. 

Ia menyampaikan Di Amerika sana, beberapa tahun terakhir sedang terjadi bencana iklim yaitu suhu udara tidak menentu dan naik 40 derajat celcius yang terus memanas. Dan Negara tetangga kita juga mengalami peningkatan suhu yang amat panas di negara Australia mencapai suhu +50 derajat celcius. Mungkin suhu 50 derajat celcius sudah cukup bagi kita untuk merebus telor ya. Jagankan merebus telor mungkin masak mie pun bisa.

Ternyata Perubahan cuaca dan iklim ekstrem tak hanya ada di Amerika dan Australia saja loh. Hampir di seluruh dunia terkena dampak dari perubahan iklim ini. Dan sudah Mencapai 60 Juta orang secara global dan termasuk negara indonesia yang sejak 2018 sudah mendapatkan bencana sebanyak 2481 kasus, dimana ada 97% hidrometeorologi dan 10 Juta orang yang harus menderita dan mengungsi. Pastinya ini penyebab mengapa banyak terjadi bencana yang ada. Hal ini bisa kita lihat dari gejala alam sering terjadi banjir, kemarau yang berkepanjangan dan kekeringan sumber daya air.

Di jambi sendiri sampai bulan ini, hujan yang bisa mencukupi kebutuhan tumbuhan  dan manusia belum cukup alias hujan turun belum terlalu lebat. Jadi masih banyak kekeringan dan ini mungkin menurut saya salah satu penyebab mudahnya terbakar hutan yang ada disini.

Asap oh asap, lelah sudah saya berbicara tentang asap sampai tulisan ini harus sepanjang skripsi. Jangankan itu untuk bernapaspun saya lelah. Kini bencana datang silih berganti seperti pakaian yang bisa di gonta-ganti.

Ibu Amanda juga menyampaikan bahwa yang terjadi saat ini, tentu saja ulah manusia itu sendiri yang tidak bisa menjaga alam dengan baik. Mulai dari eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan. Asap industry, emisi gas rumah kaca, ini semua menimbulkan pemanasan global dan menyebabkan perubahan iklim. Ini semua berdampak pada bencana alam yang terjadi saat ini.

Jika kita mengkaji ulang ternyata ada benarnya yang di sampaikan oleh ibu Amanda bahwa manusia sumber dari segala sumber yang menyebabkan iklim itu rusak. Seperti penambangan yang berlebihan. Pembukaan lahan pertanian yang berlebihan. kendaraan yang tidak di buat ramah lingkungan. Banyak juga dari pabrik industri  yang turut serta dalam perubahan iklim dan menambah emisi gas rumah kaca yang ada.

Dari presentasi yang di sampaikan oleh ibu Amanda, diketahui bahwasanya penggunaan lahan atau kehutanan menyumbang lebih dari 61,6% emisi gas rumah kaca yang ada. Tentu saja itu bukan angka yang kecil, hutan tidak digunakan sebaiknya- baiknya. Dan tanpa kita sadari juga ternyata  Industri pakaian ini menyumbang 10% emisi karbon global dari proses menciptakan, membuat hingga bisa digunakan pada produksi di pabriknya. Untuk itu kita perlu banyak irit beli pakaian nih,. Supaya kita juga tidak termasuk pada orang-orang yang menyumbang penyakit di bumi ini.


Kita juga sebagai manusia sadar apapun yang di lakukan jangan sampai berlebihan karena sesuatu yang berlebih tidak lah baik. Hal ini sangat perlu tindakan yang lebih cepat dan khusus supaya jangan sampai perubahan iklim membuat bumi ini semakin panas dan membuat es di daerah kutub mencair. Negara yang paling rentan terkena dampak dari mencairnya es di kutub yaitu Indonesia, Bahaya bukan. Ya sangat berbahaya air laut akan pasang dan Negara kita akan terkena bencana. Untuk itu kita perlu menjaga bumi ini agar selalu sehat dan tetap dingin. Mesin saja jika panas ia akan meledak dan rusak apalagi bumi ini, jika tidak di jaga ia akan hancur.


Di sepanjang tahun 2015 sampai tahun ini masyarakat jambi selalu saja di hampiri dengan bencana kabut asap. sudah beberapa hari asap di provinsi jambi semakin buruk dan udara pun memburuk. 
Kualitas Udara Jambi 

sudah saya katakan sebelumnya hutan itu sangat penting untuk kita bernafas. Tanpa hutan kita akan sesak napas. semua karena kurangnya kepedulian pemerintah dan masyarakatnya itu sendiri yang tanpa memikirkan efek samping yang terjadi.

Tetapi yang namanya penyakit itu bisa di sembuhkan dan di obati. Begitu juga dengan perubahan iklim ini kita bisa menguranginya. Menurut ibu Amanda upaya yang harus di lakukan adalah mitigasi dan adaptasi. 

Mitigasi dengan mengupayakan, memperlambat proses perubahan iklim yang terjadi, dan juga dengan mengurangi level gas rumah kaca di atmosfer bumi serta mengurangi emisi dari kegiatan manusia yang berlebihan. Sedangkan adaptasi yaitu proses mengembangkan berbagai cara untuk melindungi manusia itu sendiri dan ruang dengan mengurangi kerentanan terhadap dampak iklim dan meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim global yang ada saat ini.

 “Merusak itu mudah memperbaiki itu sulit” kata kata ini yang selalu saya pikirkan karena dulu saya hobi untuk mengotak-atik computer tetapi memperbaikinya kembali itu sulit. Sama halnya memperbaiki bumi ini yang sudah tua dan rentan terhadap penyakit yang di timbulkan oleh manusia.
Tulisan ini tidak semua negative ya, ada juga hal positif nya.


Dari presentasi Ibu Amanda sebagai Manager The Climate Reality Indonesia menyebutkan bahwa di Bunaken, Sulawesi utara membuat program yang sangat bagus melistriki Pulau dengan energi terbarukan. Targetnya, rasio elektrifikasi di Sumba ini mencapai 95% pada tahun 2025 nanti yang dipasok dari 100% energi terbarukan. ini suatu hal yang menakjubkan bukan, Sumba mempunyai energy terbarukan yang ramah lingkungan. 

Program ini sendiri digagas oleh pemerintah bersama masyarakat sipil dan swasta dengan membentuk Sumba Iconic Island. Dengan program ini dapat dimungkinkan bisa mendorong perekonomian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal yang ada. Dan sebagai contoh untuk pulau ataupun daerah lainya agar hemat energy dan bisa membuat energy terbarukan.

Salah satu kegiatan positif lainya untuk mengurangi efek perubahan iklim yaitu diet plastik, plastic itu sudah menjadi sebuah bahan kegiatan rumah tangga yang wajib bagi keluarga, tapi kita juga tidak harus kembali lagi pada pembungkus menggunakan daun ya. Maksudnya di sini mengurangi pemakaian yang ada, contohnya sekarang mall yang ada di provinsi jambi tidak lagi memberikan bungkus plastik untuk sebagai pembungkus barang yang di beli. Tetap sekarang menggunakan tas yang berbahan dasar kain sehingga bisa di cuci dan di pakai kembali. Hal ini sangat membantu dan tidak mubazir alias ramah lingkungan.

Selain itu kita juga bisa mendaur ulang sampah pastik menjadi barang yang bernilai ya seperti membuat mainan dari sampah plastic dan kerajinan tangan lainya, serta kita juga bisa membuat pupuk kompos dari sampah rumahan agar menyuburkan alam dengan memupuk tanah supaya tumbuhan hidup dan hijau. Di bidang industri juga saat ini sudah banyak yang mengunakan energy terbarukan seperti hybrid dan mobil listrik yang ramah lingkungan.


Dan juga di bidang kesehatan menurut ibu Amanda yang juga seorang berdasarkan study Oxford Universty pada tahun 2015 dengan melakukan peralihan global ke pola makan  sehat dengan mengurangi asupan daging dan mulai mengkomsumsi buah  dan sayur  pada makanan sehari hari.  dapat menyelamatkan 8 juta hidup manusia pada 2050 nanti, juga menghemat biaya kesehatan yang ada dan kerusakan iklim sebesar US$1,5 triliun. Tu yang hobi makan daging di kurangi ya, tapi tetap kosumsi lima sehat empat sempurna agar kebutuhan tubuh tetap stabil.

Namun bukan hanya itu saja, saat ini juga sudah mulai berkembang tren fashion yang beralih ke slow fashion dengan menggunakan pewarna alami yang tidak banyak mengandung zat kimia. Seain itu agar bumi ini terhindar dari banyak nya limbah pakaian yang ada. Kita selaku manusia harus menjaga nya dengan cara tidak membeli pakaian yang berlebihan atau beli saja untuk keperluan yang di butuhkan.

Jadi ilmu yang di sampaikan oleh ibu Amanda sebuah ilmu mahal yang saya rasakan, kadang kita tahu itu buruk tetapi kita abaikan tanpa tahu efek yang akan datang. Untuk itu menjaga lingkungan angap saja sebuah asuransi yang harus kita bayar karena hidup ini bukan hanya sekedar untuk kita saja tetapi untuk anak cucu kita.

Dr. Atiek Widayati dari Tropenbos
Atiek Widayati dari Tropenbos
Oke untuk perubahan iklim sudah sekarang kita masuk ke Dalam materi kedua yang di sampaikan oleh ibu Dr. Atiek Widayati dari Tropenbos Indonesia menurut presentasi ibu atiek Saat ini terjadi banyak pertikaian antara hewan dan manusia. Serta banyak bencan kebakaran hutan dan banjir akibat ulah manusia. Untuk itu perlu pengelolaan hutan dan langskap yang berkelanjutan bagaimana semua pihak dapat berkontribusi. HUTAN menurut definisi Merupakan Suatu wilayah dengan luasan lebih dari 6,25 ha dengan pohon dewasa lebih tinggi dari 5 meter dan tutupan kanopi lebih besar dari 30 % .
Di sini mengingatkan kita kembali bahwa pada hakikatnya hutan bukan saja miliki kita sendiri di dalam hutan ada banyak kehidupan yang perlu di jaga kelestarianya. Fungsi hutan bukan saja untuk memberi kita nafas tetapi juga sebagai tempat makluk hidup berlindung (Rumah). Kita sebagai manusia saja membutuhkan rumah untuk berlindung dan berteduh begitu juga makluk hidup yang ada di hutan.

Di kabupaten kerinci jambi terdapat banyak konflik antara hewan dan manusia salah satu yang terbaru di bulan agustus kemarin. Seekor babi hutan merengut nyawa manusia. 

Tanpa kita sadari menebang pohon dan membakar hutan secara terus menerus merupakan ranjau kehidupan untuk manusia. Karena ada korban nyawa yang ditimbulkan dan kita sendiri tidak bisa menghukum hewan terkecuali menghukum pelaku perusak hutan.

Dalam presentasinya juga ibu atiek menjelaskan bahwa hutan suatu kebutuhan bagi manusia,hewan untuk kebutuhan hidup dan pelaku industri untuk membuat papan kayu untuk membuat rumah. Yang ini semua merupakan suatu kesatuan dari lanskap hutan.

Tentu nya dalam hal ini kita sebagai manusia akan melakukan sebuah perubahan hutan yang dulunya lebat menjadi jarang yaitu deforestasi perubahan dari areal berhutan menjadi tidak berhutan, dengan hal ini tidak dapat di pungkiri juga karena pertumbuhan manusia yang kian hari kian pesat dan tentunya membutuhkan ruang untuk hidup. Coba bayangkan jika kita hidup dalam tempat sempit, yang ada kita akan di buat stress dengan keadaan dan tidak bisa berkembang. Untuk itu kita sebagai manusia juga membutuhkan hutan sebagai ruang untuk kehidupan.

Untuk itu perlu adanya solusi atau kontribusi dari diri sendiri dan kita semua, yang harus di lakukan beberapa poin penting menurut ibu atiek yaitu :
  • Melestarikan hutan dan menjaga hutan dengan cara menanam pohon yang rindang dan tidak menebang dengan cara membakar ataupun merusaknya.
  • mendukung praktek-praktek berkelanjutan seperti menanam pohon sawit dan karet. Jangan sampai hutan di buka hanya untuk mengambil kayu tanpa menanam kembali.
  • mendukung ekonomi masyarakat yang ada di tepi hutan, ada banyak yang bisa di manfaatkan oleh masyarakat di tepi hutan. salah satunya mengambil rotan untuk di buat anyaman dan madu yang ada di hutan di manfaatkan untuk mendukung perekonomian masyarakat.
  • memanfaatkan hutan dengan membuat wisata alam. Contoh saja di kabupaten kerinci jambi banyak wisata alam yang bisa dinikmati. Hal ini merupakan sebuah cara yang sangat baik menurut saya pribadi. Karena dengan adanya pemanfaatan hutan sebagai obyek wisata dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
  • kampanyekan apa yang kita tahu tentang pelestarian hutan melalui media social maupun blog, agar ilmu yang di dapat bukan saja kepada para peserta yang hadir tetapi orang lain juga dapat merasakan nya.
Dari materi yang di sampaikan oleh ibu atiek otak saya jadi bingung, karena dari tulisan yang panjang ini hampir mengisahkan tentang pentingnya menjaga dan melestarikan hutan. Dan disini baru saya sadari ternyata hutan itu suatu kebutuhan dan tentunya hutan juga bisa di manfaatkan tetapi jagan berlebihan. Karena sesuatu yang berlebihan tidak lah baik.

POHON SUMBER EKONOMI
Nah tahukah kita bahwa pohon itu ternyata bisa menjadi sebuah ekonomi kreatif, lalu apa itu ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif itu sebuah konsep perekonomian di era baru yang mengintensifkan informasi dan kreatifitas dengan mengedapankan ide dan pengetahuan manusia sebagai faktor produksi yang utama. Masih bingug ya, saya juga bingung..!. Coba lihat Wikipedia tentang ekonomi kreatif lebih lengkap. tapi Intinya ekonomi kreatif disini  suatu cara mengelola hutan dan memanfaatkan hutan dengan baik sebagai penunjang perekonomian.

Salah satu materi yang di sampaikan oleh ibu Amanda yang mewakili materi ibu Murni Titi Resdiana bahwa ada banyak sekali yang bisa di manfaatkan dari produk hutan untuk ekonomi kreatif salah satu nya pohon sebagai sumber daya serat pohon, sumber pewarna alam, pohon bahan kuliner, pohon sumber furniture pohon sumber barang dekorasi, pohon sumber minyak atsiri.

Jadi sebenarnya banyak sekali kegunaan pohon sebagai penunjang perekonomian, dalam sumber daya serat saja kita bisa membuat produk tekstil, benang dan juga banyak produk lainya. Selain itu juga pohon bisa di gunakan sebagai pewarna alami dan kita bisa mengurangi pengaruh dari bahan kimia. Kalau ada yang alami kenapa tidak, karena apapun yang namanya alami pasti sehat untuk di gunakan.

Selain itu, kita bisa memanfaatkan pohon dan produk hutan lainya sebagai sumber bahan kerajinan. Ada banyak sekali yang bisa kita buat dari produk hutan salah satu nya, kerajinan tangan seperti tas, topi dan dompet. Biasanya produk kerajinan tangan seperti ini sangatlah diminati di bangsa pasar luar negeri.

Dan hal lainya yang perlu kita ketahui dari materi yang di sampaikan oleh ibu amanda ada banyak produk hutan yang bisa di hasilkan seperti minyak atsiri yang banyak manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Minyak atsiri atau minyak esensial ini identik dengan aroma yang khas dan alami selain sebagai bahan untuk pembuatan kosmetik minyak atsiri juga banyak dimanfaatkan untuk kesehatan. Salah satu tumbuhan atau pohon yang menghasilkan minyak atsiri adalah :

Dengan adanya acara forest talk ini saya baru sadar ternyata ada banyak sekali manfaat pohon dan hutan. Kayu bisa dijadikan rumah, rotan bisa di jadikan tas, bisa juga buat bahan pewarna dan kain dan selain itu juga di dalam bidang kesehatan dan kosmetik ada minyak atsiri. Betapa beruntungnya kita yang memiliki banyak hutan dan pohon.

Untuk itu lestarikan, lestarikan, lestarikanlah hutan. Karena semuanya ada di hutan dan pohon seta tumbuhan…

Desa Makmur Peduli Api (DMPAA)
Dalam acara forest talk juga saya baru mendengar yang namanya desa makmur peduli api. Saya menggira ini nama desa dan ternyata tidak ini nama suatu program dari APP SINARMAS yang di luncurkan pada tahun 2015.
Ibu Elly Telasari
Pada materi ini di sampaikan oleh Ibu Elly Telasari bahwa Desa Makmur Peduli Api merupakan salah satu kebijakan konservasi hutan dalam upaya mencegah kebakaran dan perambahan lahan, serta memberdayakan masyarakat sekitar hutan secara social dan ekonomi.

Ada tiga target implementasi DMPA ini yaitu :
1. Desa yang berada di dalam konsesi dan atau di luar konsesi berjarak paling jauh 3 kilometer.
2. Masyarakat desa tersebut memiliki interaksi yang erat dengan sumber daya hutan.
3. Pernah terjadi kebakaran lahan dan hutan di desa tersebut dalam tiga tahun terakhir, pembalakan liar, atau perambahan hutan.

Mungkin program DMPA ini sangat bermanfaat bagi lahan yang terbakar di jambi saat ini. Program ini memang sangat menarik bagi saya dan kita semua. Salah satu program DMPA yaitu tempat wisata alam dan pupuk kompos organik ada banyak lagi program dari APP DMPA APP SINARMAS.

Salah satu desa yang mengimplemenstasikan DMPA ini adalah desa delima Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung barat, Provinsi Jambi. Pada materi Zuvita Erdaningsih Direktur Bumdes Karya Bersama. Pada mulanya, program DMPA yang di ajukan masyarakat Desa Delima Melalui Forum Group Discuss (Fgd) Dengan Perusahaan APP SINARMAS
meliputi :
1. Pengembangbiakan Sapi Bali
2. Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal
3. Biogas
4. Pengembangan Ubi Racun

Kini program yang dilaksanakan sudah mencukupi ke tahap yang lebih baik dan sudah membuat program berkelanjutan lainya. Begitu banyak sekali ya, program dari APP SINARMAS pantas saja banyak orang yang ingin berkarir di SINARMAS. Prospek dunia kerja nya baik.

Dari semua pemateri yang ada di acara forest talk ini sangatlah membuat dada saya lega untuk bernafas. Karena ilmu yang di sampaikan sangat bermanfaat dan juga begitu wah,,,! Bagi saya yang ikut dalam acara tersbut.

Di acara forest talk Ini juga di hadiri oleh pegiat usaha jambi yang memamerkan produk-produk ramah lingkungan dan juga bermanfaat serta meningkatkan sebuah pelestarian hutan dan ekonomi.

KAIN VINTO
Mungkin bagi teman-teman yang tidak pernah mendengar nama vinto termasuk orang-orang yang merugi, ya siapa yang tidak kenal dengan beliau Bustam Efendi atau yang dikenal dengan Bang Vinto beliau seorang pengiat usaha kain dan produk local lainya di jambi.
Bang Vinto
Produk dari bang vinto bukan saja laku di pasaran nasional tetapi sudah masuk ke internasional salah satu nya jepang.

Saya yang berada di acara ini merasa sangat bahagia dan bangga ternyata produk dari jambi bisa juga di kenal oleh Negara yang di sebut matahari terbit (jepang)..
Jenis Kain Yang Dibuat
Ada banyak kendala yang beliau sampaikan salah satu nya  mencari pengrajin local yang mau dan ingin melestarikan produk sangatlah sulit. tetapi itu dulu, kalau sekarang sudah banyak orang dan karyawan beliau yang ikut dalam usaha Kain Vinto dan sekarang ada juga karyawan beliau yang ikut ke luar negeri..

Kain yang di gunakan banyak menggunakan pewarna alami dan produk-produk beliau tidak merusak lingkungan dan berusaha menjaga kelestarian alam dengan memanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat.

RENGKE
Rengke-rengke merupakan produk atau kerajinan yang di oleh suku anak dalam di jambi atau (SAD). Bang ali panggilan nya beliau seorang owner Rengke yang pastinya sudah banyak sekali yang mengenal beliau ia menginginkan produk Rengke-Rengke ini dikenal oleh masyarakat luas bukan saja pada daerah jambi tetapi di luar jambi dan negeri tepatnya.
Bang Ali

Ada banyak produk Rengke- Rengke yang di Perlihatkan pada acara itu mulai dari bunga yang terbuat dari rotan hingga tas. Produk ini ternyata ramah lingkungan dan sangat bermanfaat bagi perekonomian masyarakat setempat.
Produk Rengke

Jumlah Produk ini sangatlah terbatas karena bahan yang di guanakn terbatas dan program ini bertujuan untuk memberikan pembinaan kepada suku anak dalam (SAD) yang ada di jambi.

DMPAA
Selain itu juga ada produk dari Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang di pamerkan di acara Forest Talk With Netizen Jambi.

Produk ini di buat oleh masyarakat lokal yang bertujuan untuk menambah perekonomian masyarakat dan pengembangan usaha desa. Dengan adanya program ini di harapkan kesejahteraan masyarakat tercukupi dengan baik. Dan merupakan inisiatif APP SINARMAS untuk membangun perekonomian masyarakat menjadi jauh lebih baik.

RAGEL
Di acara ini tidak ketinggalan juga ada produk dari Ragel sebuah makanan ringan yang dibuat dari jamur tiram menadi jamur krispy. Usaha ini dimulai dari tahun 2019 oleh para karang taruna Desa Maro Sebo, RT 01 dusun 1, Kecamatan Jambi Luar Kota, Muaro Jambi.
Produk Ragel
Pada mulanya daerah tersebut merupakan daerah penghasil atau budidaya jamur tiram. Menurut Mita Salah satu kelompok pengiat Jamur crispy (Ragel) ini, masyarakat butuh tambahan usaha agar tidak selalu bergantung dengan jamur tiram ketika hasil jamur tiram tidak sesuai dengan kebutuhan hidup masyarakat.

Waw disini saya melihat bibit pengusaha muda. Saya serasa ingin mengikuti jejak mereka. Mungkin tahun depan saya juga jadi pengusaha jamur ya.

Nah selesai sudah Materi yang di sampaikan. Tetapi bagi saya pribadi masih banyak ilmu yang kurang dan tidak cukup untuk saya nikmati karena keterbatasan waktu, diskusi yang di paparkan oleh para pemateri di acara forest talk ini membawa saya kembali bernafas dengan lega. Ternyata masih ada juga orang-orang yang peduli terhadap lingkungan.

Di acara terakhir kami di suguhkan dengan aktraksi dari chef yang ada di Swiss Bel-Hotel Jambi, aktraksi ini merupakan demo memasak. Pastinya sangat menarik apalagi acara yang di laksanakan bertempat di Hotel yang berbintang ini.
Katerina Traveler Blogger

 Juga hadir seorang Blogger yang mempunyai banyak karya tulis dan telah di publikasikan di media cetak nasional (Koran dan Majalah). Keterina nama nya yang merekam jejak membuat perubahan, menyampaikan masa depan. Beliau kelahiran Palembang (wong kito), ternyata umur bukan masalah untuk berkarya, dengan melihat beliau mbak Katerina saya memanggilnya jadi tambah semanggat lagi untuk menulis dan berkarir di dunia blogger.
Gina

Selain mbak Katerina ada juga wanita yang penuh inspirasi Gina Dwi Puetri Badjadji, Lulusan London School of Public Relations Jakarta. Saat ini bekerja full time di almond zucchini cookinh studio Jakarta dan yayasan doctor sjahrir. Dalam penjelasan nya mengenai serat kain yang terbuat dari kayu sangat menarik. Tetapi saya juga bingung saya tertarik dengan kain atau orang nya..
Foto Bersama peserta Forest Talk With Netizen Jambi

Sudah cukup panjang artikel ini di buat bukan hanya untuk sekedar berbagi ilmu tetapi saya selaku seorang blogger tentunya harus berbagi cerita dan pengalaman yang ada. Dan di sini merupakan pengalaman bukan hanya sekedar cerita.

Conversation PrisM 5.0
Untuk itu saya memberikan pengalaman dan cerita saya kepada para pembaca dan sesuai dengan yang di sampaikan oleh ibu Amanda kita saat ini sedang berada pada Era Conversation PrisM 5.0 yang merupakan hidup berteknologi dan bisa berkomunikasi dengan jarak jauh melalui social media. Di harapkan kepada para pembaca untuk membagikan pada media social agar ilmu yang bermanfaat ini tidak terputus.
Video Lengkap Kebakaran
 Hutan dan Forest Talk With Netizen Jambi

Sumber Gambar Media dan Travelerien
www.lestarihutan.id